Wednesday, 3 May 2017

Cirebon-Kuningan (22-23 April 2017)

Welcome package kami
Well...namanya juga travel guide...jadi ya walaupun sudah sampai bosan mengunjungi suatu daerah yang sudah beberapa kali dikunjungi, tetapi kalau ada permintaan untuk guiding kesana ya..apakah kita bisa menolaknya? 😊😊

Sabtu, 22 April 2017

Pagi-pagi buta kami sudah bersiap untuk menuju stasiun Pasar Senen sebagai titik kumpul. Kali ini kami membawa 6 orang peserta tour dari kalangan guru di daerah Joglo. Jam keberangkatan kami menggunakan kereta bisnis Fajar Utama YK adalah jam 06.15. Kami tiba di stasiun Pasar Senen jam 05.00. Disana kami langsung bertemu dengan para peserta. Setelah membagikan welcome goodie bag dan tiket, kami segera memasuki boarding area dan menunggu kereta datang.

Tepat jam 06.15 kereta kami berangkat meninggalkan stasiun. Seperti kita ketahui bersama bahwa pelayanan KAI saat dipegang oleh bapak Ignasius Jonan (yang saat ini telah menjabat menjadi Menteri ESDM) memang jauh lebih baik dari sebelumnya. Semua stasiun menjadi bersih dan tertata rapi. Begitu pula dengan jam pelayanan kereta yang semua serba tepat waktu. Tidak ada lagi pedagang kaki lima yang berkeliaran di stasiun maupun di dalam kereta. Good job pak Jonan!! Anda meninggalkan warisan yang baik bagi pelayanan KAI di Indonesia. 

Kami tiba di stasiun Cirebon tepat jam 09.15 seperti yang telah dijadwalkan di tiket. bravo!! Disana rental mobil kami sudah siap untuk dipakai berkeliling Kuningan pada hari ini. Setelah meletakkan barang-barang kami di hotel (Vinotel Cirebon), kami langsung menuju ke perhentian pertama yaitu sarapan Bubur Sop Ayam Mang H.Dul di jalan Dewi Sartika yang cukup tersohor. 
Sarapan Bubur Sop Ayam Mang H.Dul
Setelah kenyang melahap Bubur Sop Ayam, terlihat raut wajah gembira dari para peserta karena sarapan yang mereka santap cukup lezat dan membuat perut kenyang. Kami langsung menuju Plangon (asal usul Plangon boleh dibaca di blog sebelumnya), area dimana terdapat banyak sekali kera yang berkeliaran bebas di pelataran pinggir jalan dan kita bisa memberi makan mereka dengan membeli sebungkus kacang kulit seharga Rp 1000/bungkus. Saat kami tiba disana, tidak terlihat pawang yang biasa menjaga kera-kera ini dari tindak kenakalan mereka yang kadang suka langsung merebut bungkus kacang ditangan. Dan karena peserta kali ini adalah wanita paruh baya, jadi mereka memutuskan untuk berinteraksi dengan kera-kera hanya dari dalam mobil saja. Mereka tidak berani turun dari mobil karena takut kera ini berulah. 
Kera-kera berkeliaran bebas dia area parkir
Kami kemudian melanjutkan perjalanan setelah puas bermain dengan kera ke tujuan berikutnya. Kami arahkan mobil kami menuju Kampung Tahu di daerah Garawangi. Ternyata setelah sampai disana, tidak banyak spot penjualan tahu seperti yang dibicarakan di internet. Mungkin keadaan sudah berubah. Akhirnya kami menemukan salah satu restaurant yang agak sophisticated di daerah tersebut yang menjual menu-menu berbahan dasar tahu. Kami makan siang disana dengan menu Tahu Telor, Tahu Kecap, Tahu Gejrot....well anything with tofu deh pokoknya πŸ‘Œ    Tetapi jujur, rasanya sih biasa saja yah...tidak berbekas di hati.

Untuk mengobati kekecewaan ini, kami membawa mereka ke extra spot lain yang tidak ada dalam itinerary kami sebenarnya. Kami menuju ke Hawu Bubulak, dan udara sejuk nan dingin menyambut kedatangan kami. Cafe ini cukup bagus dan nyaman untuk bersantai menikmati minuman hangat sambil menikmati semilir angin dingin dan pemandangan yang cukup indah. Disini kami memesan beberapa minuman seperti Susu Jahe, Teh hangat, es kelapa muda, Bandrek sambil berfoto ria. 


Setelah puas berfoto disini, kami melanjutkan perjalanan menuju Pemandian Cibulan. Perjalanan dari Cafe ke Cibulan kira-kira memakan waktu kurang lebih 30 menit. Sesampai disana sudah jam 15.30, saya pikir obyek wisata ini akan tutup pada jam 17.00, tetapi ternyata menurut info penjaga tiket, mereka buka sampai malam hari. Terbantahkan juga berita di internet bahwa obyek wisata Cibulan tutup pada jam 17.00.
Disini kami membebaskan peserta untuk mencari kesenangan masing-masing, pokoknya kegiatan bebas. Sebagian dari mereka memilih spot Terapi Ikan. Biaya untuk terapi ikan ini adalah Rp.5000/orang dan bisa sepuasnya. 

Sejauh mata memandang, terlihat beberapa spot yang dapat dinikmati disini selain terapi ikan. Diantaranya adalah berenang bersama ikan dewa, ikan berwarna hitam yang ukurannya sangat besar dan berjumlah banyak. Kemudian ada spot dimana pengunjung antri untuk sesi pemotretan dicium oleh ikan dewa. Ada juga pelemparan koin ke kolam yang mana akan diserbu oleh anak-anak yang akan menyelam dan mengambil koin tersebut. 

Oiya, mengenai ikan dewa ini sebenarnya ada mitos cerita yaitu penduduk disini percaya bahwa ikan-ikan dewa ini dahulu adalah prajurit-prajurit yang membangkang pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi, sehingga dikutuk menjadi ikan oleh Prabu Siliwangi. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu sampai sekarang jumlahnya tidak berkurang dan tidak bertambah. Apabila kolam ini dikuras, ikan-ikan ini akan menghilang entah kemana dan pada saat air kolam kembali terisi, mereka akan kembali lagi dengan jumlah yang sama seperti semula.

Tak terasa waktu terus berjalan, hingga kami rasakan cukup untuk bermain disini. Kami melanjutkan perjalanan kembali menuju RM Klapa Manis yang terletak di Jalan raya Cirebon Kuningan, Gronggong, Beber. Restaurant ini lumayan terkenal karena memiliki best view melihat kota Cirebon dari ketinggian. Arsitektur bangunannya juga bagus dan terawat. Akan ada live music yang dimulai pada jam 08.00pm. Sesampai disana, rombongan kami sudah disambut oleh manager restaurant dan teh hangat sudah tersedia di meja yang kami reserved sebelumnya. Tidak menunggu lama, paket nasi timbel komplit ayam siap dihidangkan. Setelah berfoto ria, kami menyantap hidangan tersebut. Nasi Timbel ini terdiri dari nasi yang terbungkus daun pisang, ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, lalapan, sambal, dan sayur asem; dibandrol dengan harga Rp 36.000/porsi. 
Salah satu sudut area yang digunakan untuk melihat indahnya kota Cirebon

Our dinner - Nasi Timbel Ayam Komplit
Setelah puas berfoto dan melihat-lihat area Klapa Manis, kami beranjak pulang ke Cirebon menuju hotel tempat peristirahatan kami pada malam hari ini. 

Minggu, 23 April 2017

Selamat Pagi semuanya !!! setelah sarapan di hotel, kami langsung proses check-out. Jam 08.00 kami menuju perhentian pertama yaitu Goa Sunyaragi. Disini seperti biasa kami hire guide untuk mendampingi rombongan agar bisa mendengarkan seluk beluk asal-usul sejarah Goa Sunyaragi. Begitu banyak spot foto di area ini sehingga saya-pun berubah fungsi menjadi juru kamera bagi mereka πŸ˜‹ Tak terasa keringat terus bercucuran karena panas matahari pagi. Sehat penuh dengan vitamin D. Belum banyak pengunjung yang datang pada saat kami tiba. Tetapi pas kami menuju pintu keluar, terlihat banyak sekali pengunjung yang datang. Akan susah mencari spot foto yang clear kalau kondisi sudah ramai seperti ini. hahaha...
Bagian depan Goa Sunyaragi
Setelah puas, kami kemudian menuju perhentian berikutnya yaitu Rumah Kerang Multi Dimensi. Disini peserta berdecak kagum melihat keindahan berbagai koleksi kerajinan dari kerang. Semua sibuk berfoto ria disana sini, dan saya kembali menjadi juru kameranya. 
Wefie kami 
Perhentian berikutnya adalah makan siang di Empal Gentong H.Apud. Rombongan terlihat lahap sekali menyantap either empal asem atau empal gentong. 
Empal Gentong H.Apud
Berikutnya, rombongan kami 'giring' menuju Toko Oleh-Oleh Ade yang terletak disebelah Empal Gentong H. Apud. Disana, mereka mulai memborong oleh-oleh dan dipacking menggunakan dus satu per satu. Karena kapasitas antara manusia dan barang mulai membengkak, maka mobil kami tidak mencukupi untuk membawa semua oleh-oleh. Akhirnya kami menitipkan semua oleh-oleh tersebut dan kami meninggalkan lokasi menuju Batik Trusmi. 

Di Batik Trusmi, kembali rombongan bebas berbelanja. Pokoknya shop til you drop dehh... 
Setelah puas berbelanja, kami menuju ke Nasi Jambang Ibu Nur yang terletak di jalan Cangkring 2, Kejaksan. Karena tiba disana kami sudah sore, ternyata lauk pauk yang tersedia juga sudah tidak banyak pilihannya. Kecewa sih karena kami tidak bisa banyak memilih. 
Suasana di dalam restaurant Nasi Jamblang Ibu Nur
Waktu sudah menunjukkan pukul 04.30pm akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun untuk ngedrop para peserta tour dan kami kembali ke Toko Oleh-Oleh Ade untuk mengambil barang-barang yang kami titipkan. Perjalanan dari stasiun menuju Toko Ade lumayan macet saudara-saudara. Beruntung kami masih memiliki cukup waktu. Setelah barang bawaan kami beres semua, kami kembali ke stasiun dan berkumpul bersama peserta tour. Mobil segera kami serahterimakan kepada pemilik di stasiun. 

Tepat pukul 06.15pm kereta Tegal Bahari executive yang akan membawa kami untuk kembali ke Jakarta berangkat. Di kereta terlihat semua peserta tidur karena kelelahan. Kami tiba di Jakarta tepat pukul 09.30pm.

Demikianlah cerita kami pada tour kali ini. Sampai ketemu pada cerita kami selanjutnya. Salam travelling!!

Thursday, 27 April 2017

Coldplay Concert - Singapore (30 Maret - 1 April 2017)

Prolog

Perjalanan kami kali ini dilakukan untuk menonton band favorit kami Coldplay yang memang tidak main di Indonesia. Jadi sejak penjualan tiket dilakukan pada bulan September 2016, kami sudah prepare untuk siapkan 2 laptop (saya dan suami) yang sama-sama mencoba masuk ke waiting room di Sports Hub website yang menjual tiket resminya. Ternyata memang sesuai dengan salah satu lirik lagu mereka "nobody said it was easy....." haha...people were so super excited to see them in Singapore, apalagi kita semua bersaing dengan penonton dari negara-negara tetangga yang tidak dilalui oleh jalur konser mereka. 

Well, penjualan tiket untuk pertunjukan tanggal 01 April 2017 kami bad luck! tidak berhasil karena dalam hitungan menit sudah SOLD OUT guys! manyun...sedih...bete...but ternyata pihak penyelenggara melihat fenomena ini, sehingga mereka kembali membuka penjualan tiket dan memberikan additional show which is tanggal 31 Maret 2017!! again kami berdua langsung mempersiapkan diri lebih lagi...dan berhasil setelah my hubby mencoba masuk via server di Singapore. Yippieee....we got the tickets!! we bought category 2 (blue section) tickets and also we bought for friends to come along with us.

Kamis, 30 Maret 2017

Sore ini kami terbang memakai maskapai penerbangan yang terkenal dengan sebutan 'tukang delay'...well kami tidak punya banyak pilihan kali ini karena tiket pesawat, hotel semua susah sekali didapat during Coldplay show! Udah bisa jalan dengan harga so-so saja udah bagus banget...denger-denger harga tiket pesawat menjelang hari H sudah mencapai idr 4mio loh guys!! gila yaaa....
Anyway, of course our flight was delayed ! sampe Singapore molor 1.5jam dari jadwal yang memang sudah delayed juga...*sigh 

Alhasil begitu menginjakkan kaki di Singapore, kami langsung menuju hotel untuk drop our luggage dan langsung keluar lagi mencari makan. Kami bertemu dengan teman yang tinggal di Singapore untuk membawa kami mencari makan malam. Tetapi karena hari sudah larut malam, sehingga tidak banyak pilihan kami karena kebanyakan sudah tutup. Sudah perut lapar, mata ngantuk, kaki capek...kami masih diharuskan jalan kaki untuk mencari foodcourt yang masih buka. Akhirnya kami menemukannya di sekitar Orchard rd setelah berjalan sekitar 3km dan berMRT ria. Kami memesan nasi hainan dan bee hon goreng ayam. Setelah itu kami dan teman-teman hangout sebentar di SenyΓ΅r Taco untuk sekedar ngebeer dan ngemil sambil ngobrol. Jam 00.00 kami memutuskan untuk pesan grabcar dan kembali ke hotel untuk beristirahat.

Jumat, 31 Maret 2017

Pagi ini kami bangun jam 7am lalu bersiap untuk berjalan-jalan sebelum konser dimulai. Perjalanan kami awali dengan mengunjungi Black Hat exhibition yang diselenggarakan di Marina Bay Sand. Well, it was an IT security event se-Asia.. and i dont have any idea about the event whatsoever! they used Alien language lahh...only my husband likely enjoy it. 
Black Hat Asia 2017-IT Security
Setelah berhasil membujuk suami untuk segera meninggalkan arena ini, kami melangkahkan kaki untuk sekedar melihat-lihat mall Marina Bay Sand. Tidak begitu tertarik dengan yang namanya mall (di Jakarta udah buanyak banget anyway) kami menuju keluar gedung untuk sekedar berfoto ria.
Wings area of the Marina Bay Sand

Lovely garden
Karena kami belum pernah sempat melihat Garden By The Bay (GBTB), dan karena ini masih di area yang sama, maka kami sempatkan untuk melangkahkan kaki mengunjungi GBTB. Cuaca yang agak mendung ini agak sedikit mendukung untuk berjalan kaki outdoor otherwise saya tidak akan pernah mau diajak berjalan kaki outdoor jika cuaca terik. Maklumlah, saya ini keturunan vampire yang mencintai hujan, petir, gelap....hihihi my friends told me that im a weirdo! i dont care man... :)
Garden by the Bay - cloudy sky
Walaupun cuaca mendung, tapi humidity disini tinggi banget booo...jadi tetep aja berasa panas dan lepek! So, ga mau lama-lama berpanas-panasan, saya mengajak suami segera cabut dari sini dan menuju next destination yaitu Novena area untuk bertemu my former boss for lunch. Setelah melewati beberapa station by MRT, kami tiba di Novena. 

Ternyata lokasi yang akan kami kunjungi sudah tutup. So, kami memutuskan untuk pergi ke lokasi lain di Balestier area by taxi dan tentunya tak kalah enaknya...Boon Tong Kee the best Singapore! it has been a popular chicken rice food chain in Singapore.
Sweet Pork and Hainam Chicken  

Lunch with my former boss at Boon Tong Kee
Setelah berchit-chat ria sambil menikmati lezatnya babi dan ayam di-adding bersama toge ikan asin serta segarnya es lemon...kami kemudian saling berpamitan karena he need to do some works before the concert, and we need to go to the money changer before we heading to the concert. Then he ordered Uber for us to go to Mustafa area....he just sooo kind. thanks boss! 

Sesampainya di Mustafa area, kami mencari money changer yang memberikan harga terbaik. Setelah menukarkan beberapa lembar uang Ina dan selembar uang USD, kami kemudian masuk ke Mustafa dept store karena masih ada sisa waktu. Sambil melihat-lihat isi toko yang memang selalu ramai ini, kami hanya eye shopping saja karena gak mungkin banget kami belanja dan bawa barang-barang ke konser....apa kata dunia? haha..

Sementara gak berapa lama berselang, hujan turun dengan derasnya di tempat kami berada saat ini. Terpaksa kami lanjutkan berkeliling di dalam mall sambil menunggu hujan reda. Setelah reda, kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju MRT station. Ternyata  berguna juga payung yang kami bawa dari Jakarta. 

Kami turun di station Stadium. Disana sudah  banyak manusia pencinta Coldplay yang sebagian besar berkostum warna hitam. Antrian demi antrian di masing-masing gate sudah tampak mengular. Kami yang memang membeli tiket seat tidak terlalu kawatir dengan panjangnya antrian di gate lain, karena kami sudah pasti dapat kursi sesuai dengan nomor di tiket kami (sudah berumur, tidak sanggup kalau harus nonton konser di festival...lol...kalau dulu selalu semangat 45 nonton konser di kelas festival).

Suasana awal di dalam stadium SportsHub

Wefie sebelum konser dengan wristband fenomenal

Tepat pukul 08.00pm, konser dimulai !!! gegap gempita suara kami semua yang berada di dalam stadium sangat riuh rendah...ramai dan semua sangat excited menyambut Chris Martin cs !! wristband fenomenal itupun mulai menyala-nyala disambut teriakan histeris seluruh manusia disini. Lagu demi lagu hits dan lagu barunya mereka seperti Fix You, A Sky Full of Stars, The Scientist, sampai Hymne for The Weekend berkumandang. Bagi kami, ini adalah konser terkeren dan termewah dari rentetan konser-konser yang pernah kami tonton. Mewah dan Keren karena atribut yang sangat memanjakan kami para fans, mulai dari wristband, balon-balon besar berwarna warni yang bisa kami mainkan, fireworks dibelakang panggung, tebaran kertas-kertas kecil berwarna-warni, asap, lighting yang super keren..arrhh everything is perfect...ssooo awesome !!

Suasana di dalam stadium saat konser berlangsung
Tak terasa 2 jam jingkrak-jingkrak sambil bernyanyi  bersama berlalu dengan cepat. Jam menunjukkan pukul 10.00pm dimana konser berakhir. Sangat berat kaki ini melangkah keluar stadium.
Kami langsung menuju MRT untuk menuju hotel. Setelah turun di station yang diinginkan, kami langsung menuju tempat makan untuk makan malam. Disana terlihat banyak sekali manusia sesama penonton Coldplay...lol ! Saya makan di Burger King, sementara suami saya pesan Nasi Campur. Setelah makan-makan dan ngobrol selesai, kami putuskan untuk menuju hotel dan beristirahat.

Sabtu, 01 April 2017

Hari ini alarm berbunyi pukul 07.00am dan dengan suksesnya kami cuekin aja lalu melanjutkan tidur. haha...Terbangun saat jam sudah menunjukkan pukul 09.00am !!! arrgghh....jadwal tour yang sudah kami susun untuk ikutan river tour terpaksa canceled karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi. Akhirnya kami langsung bergegas mandi dan siap-siap check-out. Tas kami titipkan di hotel dahulu sementara kami ingin shopping dulu sebelum menuju ke airport. Tujuan pertama kami adalah ke Bugis street dimana kami mencari oleh-oleh yang bisa kami bawa untuk keluarga dan sahabat di tanah air. Selepas itu kami mampir ke China Town, Mustafa, lalu kembali ke hotel untuk mengambil barang kami.

Dalam perjalanan kami ke airport dengan menggunakan MRT, kami putuskan untuk mampir ke exhibition untuk sekedar melihat-lihat pameran gadget tersebut. Banyak barang gadget yang menggoda hati untuk dibeli, tetapi karena waktu yang sudah mepet...akhirnya kami cuma bisa melihat-lihat and hopefully kami dapat kembali kesini pada exhibition selanjutnya.

Byebye Singapore, sampai berjumpa kembali di lain waktu.

Demikian cerita kami kali ini, sampai bertemu pada cerita selanjutnya. Salam traveller!


Wednesday, 8 February 2017

Ciwidey-one day tour (17-20 Jan 2017)

17 January 2017

Trip kali ini sebenarnya tujuan awalnya adalah untuk menjenguk om yang sedang terbaring sakit di RS Avent Bandung karena terjatuh dari tangga saat memperbaiki listrik. Gue dateng ke Bandung naik Baraya Travel with my mom, berangkat Selasa 17 Januari pagi dan berencana untuk langsung pulang ke Jakarta esok harinya. Tetapi karena tante gue itu juga hobinya jalan, jadi kami berdua sukses dibuat extend sampe Jumat saudara-saudara....!! 

RS Avent
Malam pertama kami bermalam di RS Advent menemani om dan tante. Gelak tawa memenuhi ruangan besar VIP tempat om dirawat...sampe kami ditegur oleh para suster..haha..dilarang berisik! Siang ini gue, tante, dan my mom pergi ke Ciwalk mall yang memang terletak tak jauh dari lokasi rumah sakit. Disana gue dan tante masuk ke salon untuk creambath, sementara nyokap pijat refleksi di Meiso by Kenko. 

Hari ini, Rabu 18 Januari dokter mengatakan bahwa om sudah boleh pulang...yeayy...! Malam ini kami bermalam di rumah tante/om yang berlokasi di Cimahi. 

Singkat cerita, Kamis 19 Januari kami berangkat menuju daerah Ciwidey dimana lokasinya lumayan jauh dari Bandung. Waktu tempuh dari Cimahi ke Ciwidey sekitar 3 jam, mungkin kalau dari Bandung bisa sekitar 4 jam. Tetapi pemandangan disepanjang perjalanan kami sungguh sangat indah dan menyejukkan mata. Bagaimana tidak, udara dingin menyelimuti hijaunya pepohonan di kanan kiri kami, sementara jalan berliku-liku terus mendaki....nikmat mana yang kau dustakan jika bisa menikmati udara sejuk seperti ini? 

Menu makan siang - nasi liwet komplit di Saung Gawir
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Kami mampir ke Rumah Makan Saung Gawir yang terletak di Jalan Raya Ciwidey - Rancabali KM.6 Alamendah. Restoran ini menyuguhkan panorama alam pegunungan dengan udara yang sangat sejuk dengan sajian menu khas Sunda seperti Nasi Liwet Bandung, Gurame Bakar, dll. Bangunan restoran ini sebagian besar menggunakan material bambu dan di bagian belakang terdapat kebun strawberry dan tomat yang dapat dipetik oleh para pengunjung dengan membayar hasil panen yang akan ditimbang oleh petugas.

Kebun Strawberry di area Saung Gawir

Mata sudah puas dimanjakan oleh hijau dedaunan dan perbukitan sebagai background alam, perut sudah kenyang...saatnya kami melanjutkan perjalanan untuk terus mendaki sampai tujuan akhir kami ke Glamping Lakeside Rancabali. Kembali kami disuguhi pemandangan alam yang indah tiada tara dalam perjalanan ini. Setelah sekitar 40 menit, kami akhirnya sampai di Glamping Lakeside Rancabali yang letaknya di sebelah Situ Patenggang. Gerbang masuk area ini sangatlah lebar dan luas. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 20.000/orang plus deposit Rp. 10.000 sebagai jaminan kartu magnetik parkir di dalam area.

Jembatan menuju Resto Pinisi
Pinisi Resto ini baru soft opening sekitar bulan Juli 2016 lalu, dengan bentuk bangunan yang menyerupai kapal Pinisi, dan posisinya ditengah perbukitan hijau, tepat disebelah danau. Dari gerbang utama, Anda masih harus melintasi jalan sekitar 4 Km yang membelah perkebunan teh dan ilalang. Di dalam area ini juga disediakan tenda eksklusif untuk bermalam dengan sewa Rp 1.800.000/malam untuk 4-6 orang. Tenda-tenda ini letaknya persis di pinggir-pinggir danau. Harga tersebut sudah termasuk biaya sarapan, makan siang, dan makan malam di Pinisi Resto. Jika kita hanya ingin menikmati pemandangan sambil ngopi-ngopi cantik sih bisa juga, hanya memang harga makanan di Resto ini cukup mahal. Tapi menurut saya worth it dengan suguhan pemandangan yang luar biasa indah dan udara dinginnya. 

My mom di salah satu spot di atas Resto Pinisi
Sedang asyiknya menikmati pemandangan indah ini, tiba-tiba kabut tebal sangat putih turun sehingga menutupi seluruh area danau hingga tidak terlihat apapun, dan tak lama kemudian turunlah hujan. Pengunjung yang sedang asyik foto-foto atau menikmati hidangan di area outdoor berlarian ke dalam kapal. Sementara udara makin dingin...sangat dingin saudara-saudara...! Kalau gue sih sangat menikmati momen dingin ini, maklumlah gue keturunan beruang kutub seneng sama yang dingin-dingin. Kasihan oma-oma ini (my mom and aunty) mereka sangat kedinginan...haha...

Ketika sore menjelang, kami memutuskan untuk kembali pulang karena kasihan juga om yang masih sakit ditinggal dirumah. Jika Anda memiliki waktu senggang, cobalah kesini sore menjelang malam, jadi Anda dapat menikmati perpindahan waktu antara pemandangan di siang hari dan pemandangan di malam hari yang tak kalah cantiknya dengan lampu-lampu menyala disekitar kapal ini. Tetapi perlu diingat untuk menggunakan jaket tebal karena udaranya sangat dingin. 

Demikian cerita gue kali ini di seputaran Ciwidey. Esok hari gue and nyokap akan kembali pulang ke Jakarta dengan Baraya Travel lagi. Thanks for reading my story. Please enjoy my other story in another place...Salam traveler!

-end-


Tuesday, 7 February 2017

Cirebon-Kuningan (04-05 Feb 2017)

Sabtu, 04 February 2017

Jam sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi saat alarm HP berbunyi. Its time to wake up Dee!! we will travel around Cirebon-Kuningan today!! common...! well, walaupun mata masih layu, tetap gue paksa bangun dan segera bergegas mandi and do final prepare. Segera membangunkan my partner in crime disebelah gue yang masih terlelap. Tak lama berselang, hujan deras turun sekitar jam 04.30...menambah dingin suasana pagi ini. Kali ini kami pergi bersama 2 pasang pasutri yang sudah seperti bro and sis dan kebetulan tinggal berdekatan dengan kami. Sekitar jam 05.30 klakson mobil teman kami berbunyi menjemput kami, sementara diluar hujan masih cukup deras. 

Setelah menjemput pasangan terakhir, kami langsung meluncur menuju tol Cipali. Di sepanjang perjalanan, hujan masih terus menemani perjalanan kami. Tetapi puji Tuhan, begitu memasuki tol Cipali, hujan sudah berhenti dan ditukar dengan langit yang cukup cerah. Yippiiee...

Terlihat lokasi pabrik semen disepanjang perjalanan memasuki area wisata
First stop kami adalah obyek wisata Banyu Panas Gempol atau biasa disebut Pemandian Air Panas Palimanan yang terletak di desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Kami keluar gerbang tol Sumber Jaya. Lokasi wisata ini menyuguhkan pemandian air panas yang bersumber dari mata air panas dengan kandungan belerang yang konon katanya bermanfaat untuk mengobati sakit kulit. Memasuki area wisata ini, kami agak ragu karena lokasinya itu sebenarnya masih satu area sama pabrik semen PT Indocement. Bahkan kami sempat salah masuk gerbang which is kami masuk ke area pabrik semen...hahaha....untung pak Satpam kasi tau dan kami kembali ke jalan yang benar. 

Gerbang masuk area wisata

Setelah kembali melalui jalan yang benar, beberapa meter kemudian terlihat gerbang lokasi Pemandian Air Panas-nya. Tiket masuk wisata ini tergolong murmer alias murah meriah. Anda cukup membayar Rp 6.000/orang dan biaya tambahan bagi anda yang ingin berendam sebesar Rp 8.000/orang.

Berfoto di area sungai air panas
Area taman
Kami memutuskan untuk tidak berendam karena jujur setelah melihat lokasi, agak jijik juga karena area tidak terpelihara, dan juga airnya sangat panas sekali saudara-saudara....suhu airnya mencapai 60 derajat. SANGAT PANAS...! alhasil kami hanya berfoto-foto sejenak disekitar sungai kecil yang dialiri air panas tersebut. 

Dari pengeras suara juga terdengar bahwa maksimal berendam adalah 15 menit saja! otherwise bisa kepanggang kita...melepuh semua. Jika membawa telor mentah, mungkin kita bisa membuat telor rebus ya...haha. 
Kesan kami setelah mengunjungi obyek wisata ini, mungkin bagi pengelola bisa memperbaiki fasilitas ini agar lebih menarik lagi. Terlebih obyek wisata ini dekat sekali dengan lokasi pabrik semen, sehingga terkesan kotor dan tidak terpelihara dengan baik. Akses jalan menuju lokasi juga tidak diaspal, sehingga masih berdebu karena jalan masih tanah. Harapannya, semoga obyek-obyek wisata di daerah bisa semakin baik untuk menarik wisatawan lebih banyak lagi.

Setelah selesai berfoto, kemudian kami melanjutkan perjalanan lagi untuk menuju kota Cirebon. Karena jam sudah menunjukkan waktu makan siang, maka kami memutuskan untuk langsung menuju pemberhentian kedua, yaitu Nasi Jamblang Ibu Nur yang sudah sangat tersohor itu. Benar saja, sesampainya di sana, antrian sudah mengulaaarr...

Antrian yang sudah sangat panjang di Nasi Jamblang ibu Nur
Yihaa...dengan perut lapar kamipun ikut mengantri. Tak berapa lama, salah satu pelayan menyuruh kami untuk pindah antrian karena ternyata meja satu lagi kosong...yeayyy...akhirnya tiba pada giliran kami untuk memilih lauk pauk yang tersedia di meja. Jadi, Nasi Jamblang khas Cirebon ini adalah nasi yang lauk pauknya bisa pilih sendiri sesuai selera, kalau di Jakarta seperti Warteg (Warung Tegal). Piringnya dilapisi oleh daun jati, lauk pauknya bermacam-macam mulai dari tempe goreng, aneka ikan, aneka jeroan, aneka seafood, dll. Untuk harga, tidak perlu kawatir karena harganya sangat bersahabat. Gue kali ini pilih lauk hati ayam, limpa kecap, tempe goreng, sambal, dan lalap timun. Minumnya bisa langsung ambil sendiri di meja yang telah disediakan (teh tawar dan air putih).

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju pemberhentian ketiga, yaitu Rumah Kerang Multi Dimensi yang terletak di Jalan Ki Ageng Tapa, Astapada, Tengah Tani. Rumah Kerang ini juga cukup terkenal di Cirebon, katanya belum ke Cirebon kalau belum singgah ke Rumah Kerang ini. Begitu masuk ke dalam rumah ini, mulut kami langsung menganga dan berdecak kagum karena koleksi kerajinan tangan berbahan dasar kerang ini begitu indahnya. Kami membeli beberapa pernak-pernik untuk dibawa pulang.

Koleksi kerajinan tangan di Rumah Kerang Multi Dimensi
Puas berbelanja di Rumah Kerang, kami melanjutkan perjalanan menuju Taman Sari Goa Sunyaragi yang terletak di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi. Kami didampingi oleh seorang guide yang menjelaskan segala macam asal muasal goa dan seluruh kehidupan di dalamnya. Asal-usul nama 'Sunyaragi' tersebut terdiri dari 2 kata yaitu Sunya yang artinya sepi dan Ragi yang artinya raga. Kedua kata ini berasal dari bahasa Sansekerta. Goa ini didirikan bertujuan untuk tempat peristirahatan dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya. 

Bagian terdepan Goa Sunyaragi
Menurut bapak guide kami, luas dari goa ini sekitar 15 ha dan merupakan cagar budaya. Goa ini berada di sisi jalan by pass Brigjen Dharsono. Konstruksi dan komposisi bangunan situs ini merupakan sebuah taman air, itu sebabnya goa Sunyaragi disebut Taman Air Goa Sunyaragi. Pada zaman dahulu, kompleks goa dikelilingi oleh danau Jati. Tetapi lokasi dimana dulu terdapat danau Jati kini sudah mengering.

Salah satu sudut pelataran Goa Sunyaragi
Di dalam goa ini banyak terdapat air terjun buatan sebagai penghias, hiasan taman seperti Gajah, patung wanita Perawan Sunti, dan patung Garuda. Goa ini merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati yang sekarang bernama keraton Kasepuhan. Oiya...karena gue pake celana pendek, gue disuruh pakai kain yang telah disediakan di pintu masuk (tidak ada extra charge untuk kain ini). Lucunya, temen-temen gue yang lain juga ikut pake kain sarung ini biar matching kalo di foto..haha..

Setelah berpanas-panasan mengelilingi seluruh goa, kami akhirnya undur diri dan menuju hotel untuk beristirahat sejenak. Kami menginap di hotel Intan yang terletak di Jalan Karang Anyar no.36. Udara sore yang tidak begitu panas itu membuat kami memutuskan untuk berendam alias berenang di hotel.

Berenang bersama
Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, kami sudah siap menuju pemberhentian berikutnya, yaitu Nasi Lengko dan Sate Kambing yang terletak di Jalan Bahagia. Woohooo....jalan-jalan bersama mereka itu gak jauh-jauh dari makanan a.k.a kuliner! Baru kali ini sih nyobain apa itu Nasi Lengko. Ternyata kuliner jenis ini seperti gado-gado yang isinya nasi anget, tahu goreng, tempe goreng, timun mentah dicacah, tauge rebus, daun kucai dipotong kecil-kecil, bawang goreng, lalu disiram bumbu kacang seperti bumbu rujak dan kecap manis. Biasanya kecap manis yang digunakan adalah yang encer. Kami juga memesan sate kambing sebagai pelengkap. Wuihhh...gue jatuh cinta sama sate kambingnya...enak dan empuk dagingnya.

Nasi Lengko Bahagia
Habis kenyang terbitlah semangat untuk shopping...! Ketika jam sudah menunjukkan detik-detik mau tutup, kami langsung cuss menuju ke Batik Trusmi yang terletak di jalan Trusmi. Kota Cirebon di malam minggu sungguh menyedihkan bagi kami orang Jakarta yang terbiasa dengan kehidupan malam. Disini jam 8 malam sudah sepi sekali saudara-saudara...sudah banyak toko-toko tutup dan jalan begitu sepi dan gelap. Sesampai di Trusmi, jam menunjukkan pukul 7.30. Langsung saja kami bertanya kepada petugas di pintu masuk "tutup jam berapa mbak?" begitu dijawab jam 9 malam, ada raut kegirangan di muka kami....hahaha...berarti kami masih punya cukup waktu untuk berkeliling dan shopping! yeayy....

Bertemu tetangga secara kebetulan di Trusmi
Shopping selesai, kami lanjut menuju Pusat Oleh-Oleh Ade yang berada tepat bersebelahan dengan Empal Gentong H. Apud (Jl. Ir H Juanda) yang sangat terkenal itu. Jadi dalam satu area kami bisa mendapatkan dua tujuan sekaligus. Mantab...



Empal Gentong H. Apud
Shopping kelar, perut kenyang...waktunya balik ke hotel untuk beristirahat dan terlelap. Besok kami akan melanjutkan perjalanan ke Kuningan. Zzzzz....

Minggu, 05 February 2017

Alarm HP gue bunyi jam 5 pagi...tapi cuma gue matiin terus molor lagi...zzzz...rencana mau berenang pagi-pagi tinggal mimpi. Alhasil jam 6 baru bangun...terus langsung cuss mandi. Janjian di grup WA sama temen-temen untuk kumpul jam 7 di lobby sekalian check-out. Karena kami booking hotel pakai Agoda, maka kami tidak dapet sarapan di hotel. Tapi gak masalah..karena kami memang pengennya kuliner di luar. Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, kami stop pada pemberhentian pertama di sebuah warung makan yang terlihat ramai sekali oleh pengunjung. Namanya Warung Anteng-Bubur Sop Ayam dan Tetelan Sapi Mang H. Dul yang terletak di jalan R Dewi Sartika No. 9 Sumber, Cirebon. Bubur Sop Ayam ini juga salah satu masakan khas Cirebon. Sebelumnya kami berenam belum pernah ada yang nyobain bubur seperti ini. 

Nomor antrian kami
Begitu masuk, kami langsung pesan di meja order yang terletak di depan, begitu semua dicatat, kami diberikan nomor antrian yang sempat bikin kami melongo karena nomor antrian kami sudah dua digit saudara-saudara..!! hahaha...kami sempat berpikir, berapa jam lamanya kami harus menunggu ya? tetapi ternyata tidaklah terlalu lama...mungkin sekitar 15-20 menit kemudian kami sudah menerima orderan kami. 

Melihat penampakan bubur sop ini, yang terbersit di otak adalah kami seakan makan 2 menu masakan berbeda yang tersaji dalam satu mangkok...yaitu bubur ayam dan sop iga sapi tercampur jadi satu...haha...Soal rasa, lumayan enak kok ! 

Warung Anteng - Bubur Sop Ayam & Tetelan Sapi

Kami dan bubur sop ayam plus tetelan sapi
Setelah perut kenyang, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Kuningan. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan alam yang indah dan sejuk karena Kuningan memang terletak di kaki gunung Ciremai. Di kiri kanan kami terhampar sawah-sawah dan pepohonan yang hijau serta sesekali terlihat sungai dengan bebatuan yang besar-besar. 

Tiba pada pemberhentian kedua, obyek wisata Plangon yang merupakan perpaduan nilai sejarah, kesejukan alam dan komunitas monyet dengan jumlah yang banyak. Lokasi wisata ini terletak di desa Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Plangon sendiri berasal dari kata tegal klangenan yang berarti sebuah tempat untuk menenangkan diri.  

Plangon area 
Disini monyet-monyetnya cukup sejahtera karena banyak pengunjung yang memberi mereka makan. Beberapa penjaja kacang berkeliaran menawarkan kacang untuk bisa diberikan kepada para monyet. Sebungkusnya cuma Rp 2,500. Setelah berfoto-foto dan bercengkrama dengan monyet-monyet ini, kami kembali melanjutkan perjalanan. 

Setelah beberapa saat, kami tiba pada pemberhentian ketiga yaitu Goa Maria Fatimah Sawer Rahmat yang terletak di Cisantana, Cigugur, Kuningan di lereng sebelah timur di kaki gunung Ciremai pada ketinggian sekitar 700 m diatas permukaan laut. Di daerah sekitaran Goa ini merupakan wilayah pertanian dengan suhu udara yang cukup dingin. Di Cigugur ini merupakan daerah misi untuk penyebaran agama Katolik sejak dahulu. Tetapi tingkat toleransi beragama disini cukup tinggi, dengan presentase penduduk beragama Islam dan Nasrani adalah 50:50. Peresmian Goa Maria Sawer Rahmat ini dilakukan pada tanggal 21 Juli 1990 oleh Kardinal Tomko. Untuk mencapai puncak Goa, kami harus melakukan pendakian yang sangat panjang dan melelahkan. 

Salah satu tangga pendakian yang terjal

Sangat dianjurkan untuk memakai sepatu olahraga karena rute yang dilalui baik anak tangga maupun jalan setapak cukup licin, apalagi di kala hujan. Untuk orang tua mungkin akan banyak memerlukan istirahat karena jalan yang panjang dan mendaki terutama untuk rute Jalan Salib-nya. Intinya butuh stamina yang prima jika ingin mengunjungi lokasi ini. 

Goa Maria Fatimah Sawer Rahmat
Setelah melakukan doa di Goa dan foto-foto bersama, kami-pun pamit turun 'gunung'. Sesampainya di bawah, kami lanjutkan dengan shopping-shopping kecil di toko-toko souvenir dan jajanan disepanjang lokasi parkir. Sejenak kami duduk-duduk melepas lelah sambil memesan jus sirsak dan nyemil aneka gorengan dan bersenda gurau. 


Rehat sejenak di salah satu kedai kopi

Puas dengan belanjaan yang beraneka ragam di area Goa, kami segera bergegas melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Jakarta. Sambil tengok kiri kanan, kami mencari resto untuk makan siang masih fokus dengan kuliner khas Cirebon. Kami memutuskan untuk berhenti di Empal Gentong Om Apud yang berlokasi di Pasar Cilimus, Kuningan. Entah ini masih relasi dari H Apud atau bagaimana, yang pasti kami lapar..haha. Soal rasa? gue rasa H. Apud masih jadi juaranya. Setelah makan kenyang, numpang pipis di salah satu toko oleh-oleh, kami siap kembali pulang ke Jakarta. Tepat jam 2 siang kami masuk tol menuju Jakarta dan tiba di rumah jam 6 sore dengan selamat.  


Going back to Jakarta
Demikianlah cerita gue kali ini seputar obyek wisata di Cirebon-Kuningan. Semoga teman-teman traveler bisa mendapatkan informasi dari cerita gue ini. Sampai berjumpa kembali di cerita gue dengan lokasi wisata yang berbeda tentunya. Caaoo....salam traveler!

 -end-