Wednesday, 3 May 2017

Cirebon-Kuningan (22-23 April 2017)

Welcome package kami
Well...namanya juga travel guide...jadi ya walaupun sudah sampai bosan mengunjungi suatu daerah yang sudah beberapa kali dikunjungi, tetapi kalau ada permintaan untuk guiding kesana ya..apakah kita bisa menolaknya? 😊😊

Sabtu, 22 April 2017

Pagi-pagi buta kami sudah bersiap untuk menuju stasiun Pasar Senen sebagai titik kumpul. Kali ini kami membawa 6 orang peserta tour dari kalangan guru di daerah Joglo. Jam keberangkatan kami menggunakan kereta bisnis Fajar Utama YK adalah jam 06.15. Kami tiba di stasiun Pasar Senen jam 05.00. Disana kami langsung bertemu dengan para peserta. Setelah membagikan welcome goodie bag dan tiket, kami segera memasuki boarding area dan menunggu kereta datang.

Tepat jam 06.15 kereta kami berangkat meninggalkan stasiun. Seperti kita ketahui bersama bahwa pelayanan KAI saat dipegang oleh bapak Ignasius Jonan (yang saat ini telah menjabat menjadi Menteri ESDM) memang jauh lebih baik dari sebelumnya. Semua stasiun menjadi bersih dan tertata rapi. Begitu pula dengan jam pelayanan kereta yang semua serba tepat waktu. Tidak ada lagi pedagang kaki lima yang berkeliaran di stasiun maupun di dalam kereta. Good job pak Jonan!! Anda meninggalkan warisan yang baik bagi pelayanan KAI di Indonesia. 

Kami tiba di stasiun Cirebon tepat jam 09.15 seperti yang telah dijadwalkan di tiket. bravo!! Disana rental mobil kami sudah siap untuk dipakai berkeliling Kuningan pada hari ini. Setelah meletakkan barang-barang kami di hotel (Vinotel Cirebon), kami langsung menuju ke perhentian pertama yaitu sarapan Bubur Sop Ayam Mang H.Dul di jalan Dewi Sartika yang cukup tersohor. 
Sarapan Bubur Sop Ayam Mang H.Dul
Setelah kenyang melahap Bubur Sop Ayam, terlihat raut wajah gembira dari para peserta karena sarapan yang mereka santap cukup lezat dan membuat perut kenyang. Kami langsung menuju Plangon (asal usul Plangon boleh dibaca di blog sebelumnya), area dimana terdapat banyak sekali kera yang berkeliaran bebas di pelataran pinggir jalan dan kita bisa memberi makan mereka dengan membeli sebungkus kacang kulit seharga Rp 1000/bungkus. Saat kami tiba disana, tidak terlihat pawang yang biasa menjaga kera-kera ini dari tindak kenakalan mereka yang kadang suka langsung merebut bungkus kacang ditangan. Dan karena peserta kali ini adalah wanita paruh baya, jadi mereka memutuskan untuk berinteraksi dengan kera-kera hanya dari dalam mobil saja. Mereka tidak berani turun dari mobil karena takut kera ini berulah. 
Kera-kera berkeliaran bebas dia area parkir
Kami kemudian melanjutkan perjalanan setelah puas bermain dengan kera ke tujuan berikutnya. Kami arahkan mobil kami menuju Kampung Tahu di daerah Garawangi. Ternyata setelah sampai disana, tidak banyak spot penjualan tahu seperti yang dibicarakan di internet. Mungkin keadaan sudah berubah. Akhirnya kami menemukan salah satu restaurant yang agak sophisticated di daerah tersebut yang menjual menu-menu berbahan dasar tahu. Kami makan siang disana dengan menu Tahu Telor, Tahu Kecap, Tahu Gejrot....well anything with tofu deh pokoknya 👌    Tetapi jujur, rasanya sih biasa saja yah...tidak berbekas di hati.

Untuk mengobati kekecewaan ini, kami membawa mereka ke extra spot lain yang tidak ada dalam itinerary kami sebenarnya. Kami menuju ke Hawu Bubulak, dan udara sejuk nan dingin menyambut kedatangan kami. Cafe ini cukup bagus dan nyaman untuk bersantai menikmati minuman hangat sambil menikmati semilir angin dingin dan pemandangan yang cukup indah. Disini kami memesan beberapa minuman seperti Susu Jahe, Teh hangat, es kelapa muda, Bandrek sambil berfoto ria. 


Setelah puas berfoto disini, kami melanjutkan perjalanan menuju Pemandian Cibulan. Perjalanan dari Cafe ke Cibulan kira-kira memakan waktu kurang lebih 30 menit. Sesampai disana sudah jam 15.30, saya pikir obyek wisata ini akan tutup pada jam 17.00, tetapi ternyata menurut info penjaga tiket, mereka buka sampai malam hari. Terbantahkan juga berita di internet bahwa obyek wisata Cibulan tutup pada jam 17.00.
Disini kami membebaskan peserta untuk mencari kesenangan masing-masing, pokoknya kegiatan bebas. Sebagian dari mereka memilih spot Terapi Ikan. Biaya untuk terapi ikan ini adalah Rp.5000/orang dan bisa sepuasnya. 

Sejauh mata memandang, terlihat beberapa spot yang dapat dinikmati disini selain terapi ikan. Diantaranya adalah berenang bersama ikan dewa, ikan berwarna hitam yang ukurannya sangat besar dan berjumlah banyak. Kemudian ada spot dimana pengunjung antri untuk sesi pemotretan dicium oleh ikan dewa. Ada juga pelemparan koin ke kolam yang mana akan diserbu oleh anak-anak yang akan menyelam dan mengambil koin tersebut. 

Oiya, mengenai ikan dewa ini sebenarnya ada mitos cerita yaitu penduduk disini percaya bahwa ikan-ikan dewa ini dahulu adalah prajurit-prajurit yang membangkang pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi, sehingga dikutuk menjadi ikan oleh Prabu Siliwangi. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu sampai sekarang jumlahnya tidak berkurang dan tidak bertambah. Apabila kolam ini dikuras, ikan-ikan ini akan menghilang entah kemana dan pada saat air kolam kembali terisi, mereka akan kembali lagi dengan jumlah yang sama seperti semula.

Tak terasa waktu terus berjalan, hingga kami rasakan cukup untuk bermain disini. Kami melanjutkan perjalanan kembali menuju RM Klapa Manis yang terletak di Jalan raya Cirebon Kuningan, Gronggong, Beber. Restaurant ini lumayan terkenal karena memiliki best view melihat kota Cirebon dari ketinggian. Arsitektur bangunannya juga bagus dan terawat. Akan ada live music yang dimulai pada jam 08.00pm. Sesampai disana, rombongan kami sudah disambut oleh manager restaurant dan teh hangat sudah tersedia di meja yang kami reserved sebelumnya. Tidak menunggu lama, paket nasi timbel komplit ayam siap dihidangkan. Setelah berfoto ria, kami menyantap hidangan tersebut. Nasi Timbel ini terdiri dari nasi yang terbungkus daun pisang, ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, lalapan, sambal, dan sayur asem; dibandrol dengan harga Rp 36.000/porsi. 
Salah satu sudut area yang digunakan untuk melihat indahnya kota Cirebon

Our dinner - Nasi Timbel Ayam Komplit
Setelah puas berfoto dan melihat-lihat area Klapa Manis, kami beranjak pulang ke Cirebon menuju hotel tempat peristirahatan kami pada malam hari ini. 

Minggu, 23 April 2017

Selamat Pagi semuanya !!! setelah sarapan di hotel, kami langsung proses check-out. Jam 08.00 kami menuju perhentian pertama yaitu Goa Sunyaragi. Disini seperti biasa kami hire guide untuk mendampingi rombongan agar bisa mendengarkan seluk beluk asal-usul sejarah Goa Sunyaragi. Begitu banyak spot foto di area ini sehingga saya-pun berubah fungsi menjadi juru kamera bagi mereka 😋 Tak terasa keringat terus bercucuran karena panas matahari pagi. Sehat penuh dengan vitamin D. Belum banyak pengunjung yang datang pada saat kami tiba. Tetapi pas kami menuju pintu keluar, terlihat banyak sekali pengunjung yang datang. Akan susah mencari spot foto yang clear kalau kondisi sudah ramai seperti ini. hahaha...
Bagian depan Goa Sunyaragi
Setelah puas, kami kemudian menuju perhentian berikutnya yaitu Rumah Kerang Multi Dimensi. Disini peserta berdecak kagum melihat keindahan berbagai koleksi kerajinan dari kerang. Semua sibuk berfoto ria disana sini, dan saya kembali menjadi juru kameranya. 
Wefie kami 
Perhentian berikutnya adalah makan siang di Empal Gentong H.Apud. Rombongan terlihat lahap sekali menyantap either empal asem atau empal gentong. 
Empal Gentong H.Apud
Berikutnya, rombongan kami 'giring' menuju Toko Oleh-Oleh Ade yang terletak disebelah Empal Gentong H. Apud. Disana, mereka mulai memborong oleh-oleh dan dipacking menggunakan dus satu per satu. Karena kapasitas antara manusia dan barang mulai membengkak, maka mobil kami tidak mencukupi untuk membawa semua oleh-oleh. Akhirnya kami menitipkan semua oleh-oleh tersebut dan kami meninggalkan lokasi menuju Batik Trusmi. 

Di Batik Trusmi, kembali rombongan bebas berbelanja. Pokoknya shop til you drop dehh... 
Setelah puas berbelanja, kami menuju ke Nasi Jambang Ibu Nur yang terletak di jalan Cangkring 2, Kejaksan. Karena tiba disana kami sudah sore, ternyata lauk pauk yang tersedia juga sudah tidak banyak pilihannya. Kecewa sih karena kami tidak bisa banyak memilih. 
Suasana di dalam restaurant Nasi Jamblang Ibu Nur
Waktu sudah menunjukkan pukul 04.30pm akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun untuk ngedrop para peserta tour dan kami kembali ke Toko Oleh-Oleh Ade untuk mengambil barang-barang yang kami titipkan. Perjalanan dari stasiun menuju Toko Ade lumayan macet saudara-saudara. Beruntung kami masih memiliki cukup waktu. Setelah barang bawaan kami beres semua, kami kembali ke stasiun dan berkumpul bersama peserta tour. Mobil segera kami serahterimakan kepada pemilik di stasiun. 

Tepat pukul 06.15pm kereta Tegal Bahari executive yang akan membawa kami untuk kembali ke Jakarta berangkat. Di kereta terlihat semua peserta tidur karena kelelahan. Kami tiba di Jakarta tepat pukul 09.30pm.

Demikianlah cerita kami pada tour kali ini. Sampai ketemu pada cerita kami selanjutnya. Salam travelling!!

No comments:

Post a Comment