Wednesday, 8 February 2017

Ciwidey-one day tour (17-20 Jan 2017)

17 January 2017

Trip kali ini sebenarnya tujuan awalnya adalah untuk menjenguk om yang sedang terbaring sakit di RS Avent Bandung karena terjatuh dari tangga saat memperbaiki listrik. Gue dateng ke Bandung naik Baraya Travel with my mom, berangkat Selasa 17 Januari pagi dan berencana untuk langsung pulang ke Jakarta esok harinya. Tetapi karena tante gue itu juga hobinya jalan, jadi kami berdua sukses dibuat extend sampe Jumat saudara-saudara....!! 

RS Avent
Malam pertama kami bermalam di RS Advent menemani om dan tante. Gelak tawa memenuhi ruangan besar VIP tempat om dirawat...sampe kami ditegur oleh para suster..haha..dilarang berisik! Siang ini gue, tante, dan my mom pergi ke Ciwalk mall yang memang terletak tak jauh dari lokasi rumah sakit. Disana gue dan tante masuk ke salon untuk creambath, sementara nyokap pijat refleksi di Meiso by Kenko. 

Hari ini, Rabu 18 Januari dokter mengatakan bahwa om sudah boleh pulang...yeayy...! Malam ini kami bermalam di rumah tante/om yang berlokasi di Cimahi. 

Singkat cerita, Kamis 19 Januari kami berangkat menuju daerah Ciwidey dimana lokasinya lumayan jauh dari Bandung. Waktu tempuh dari Cimahi ke Ciwidey sekitar 3 jam, mungkin kalau dari Bandung bisa sekitar 4 jam. Tetapi pemandangan disepanjang perjalanan kami sungguh sangat indah dan menyejukkan mata. Bagaimana tidak, udara dingin menyelimuti hijaunya pepohonan di kanan kiri kami, sementara jalan berliku-liku terus mendaki....nikmat mana yang kau dustakan jika bisa menikmati udara sejuk seperti ini? 

Menu makan siang - nasi liwet komplit di Saung Gawir
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang. Kami mampir ke Rumah Makan Saung Gawir yang terletak di Jalan Raya Ciwidey - Rancabali KM.6 Alamendah. Restoran ini menyuguhkan panorama alam pegunungan dengan udara yang sangat sejuk dengan sajian menu khas Sunda seperti Nasi Liwet Bandung, Gurame Bakar, dll. Bangunan restoran ini sebagian besar menggunakan material bambu dan di bagian belakang terdapat kebun strawberry dan tomat yang dapat dipetik oleh para pengunjung dengan membayar hasil panen yang akan ditimbang oleh petugas.

Kebun Strawberry di area Saung Gawir

Mata sudah puas dimanjakan oleh hijau dedaunan dan perbukitan sebagai background alam, perut sudah kenyang...saatnya kami melanjutkan perjalanan untuk terus mendaki sampai tujuan akhir kami ke Glamping Lakeside Rancabali. Kembali kami disuguhi pemandangan alam yang indah tiada tara dalam perjalanan ini. Setelah sekitar 40 menit, kami akhirnya sampai di Glamping Lakeside Rancabali yang letaknya di sebelah Situ Patenggang. Gerbang masuk area ini sangatlah lebar dan luas. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 20.000/orang plus deposit Rp. 10.000 sebagai jaminan kartu magnetik parkir di dalam area.

Jembatan menuju Resto Pinisi
Pinisi Resto ini baru soft opening sekitar bulan Juli 2016 lalu, dengan bentuk bangunan yang menyerupai kapal Pinisi, dan posisinya ditengah perbukitan hijau, tepat disebelah danau. Dari gerbang utama, Anda masih harus melintasi jalan sekitar 4 Km yang membelah perkebunan teh dan ilalang. Di dalam area ini juga disediakan tenda eksklusif untuk bermalam dengan sewa Rp 1.800.000/malam untuk 4-6 orang. Tenda-tenda ini letaknya persis di pinggir-pinggir danau. Harga tersebut sudah termasuk biaya sarapan, makan siang, dan makan malam di Pinisi Resto. Jika kita hanya ingin menikmati pemandangan sambil ngopi-ngopi cantik sih bisa juga, hanya memang harga makanan di Resto ini cukup mahal. Tapi menurut saya worth it dengan suguhan pemandangan yang luar biasa indah dan udara dinginnya. 

My mom di salah satu spot di atas Resto Pinisi
Sedang asyiknya menikmati pemandangan indah ini, tiba-tiba kabut tebal sangat putih turun sehingga menutupi seluruh area danau hingga tidak terlihat apapun, dan tak lama kemudian turunlah hujan. Pengunjung yang sedang asyik foto-foto atau menikmati hidangan di area outdoor berlarian ke dalam kapal. Sementara udara makin dingin...sangat dingin saudara-saudara...! Kalau gue sih sangat menikmati momen dingin ini, maklumlah gue keturunan beruang kutub seneng sama yang dingin-dingin. Kasihan oma-oma ini (my mom and aunty) mereka sangat kedinginan...haha...

Ketika sore menjelang, kami memutuskan untuk kembali pulang karena kasihan juga om yang masih sakit ditinggal dirumah. Jika Anda memiliki waktu senggang, cobalah kesini sore menjelang malam, jadi Anda dapat menikmati perpindahan waktu antara pemandangan di siang hari dan pemandangan di malam hari yang tak kalah cantiknya dengan lampu-lampu menyala disekitar kapal ini. Tetapi perlu diingat untuk menggunakan jaket tebal karena udaranya sangat dingin. 

Demikian cerita gue kali ini di seputaran Ciwidey. Esok hari gue and nyokap akan kembali pulang ke Jakarta dengan Baraya Travel lagi. Thanks for reading my story. Please enjoy my other story in another place...Salam traveler!

-end-


2 comments:

  1. Wahh, aku juga pengen ke ciwidey nih.. tempatnya bagus ya.. pengeeennn.... kapan set waktu kesana lagi ahh.. skalian ke drajat hehehe....

    ReplyDelete
  2. Iya boleh mas...bagus banget dan recommended banget!

    ReplyDelete